Top News

PT INM Optimistis Garap Pasar Cyber Security

By December 14, 2018 No Comments

PT Informasi Netta Markindo (INM), didukung oleh Korea Internet & Security Agency (KISA), menghadirkan Konsorsium Siber dari perusahaan teknologi di Korea di ajang pameran “Homeland Security Indonesia 2018”.

Konsorsium yang dihadirkan terdiri empat pelaku cyber security ternama di Korea, yakni Igloo Security, Douzone, HancomGMD Mobile Forensics, dan NSHC.

“Sejalan dengan makin berkembangnya transformasi digital di kalangan dunia usaha maupun berbagai institusi, ancaman kejahatan cyber juga makin mengkhawatirkan. Termasuk menyasar obyek digital milik pemerintah yang kian marak. Sehingga ke depan, saya optimistis kebutuhan akan solusi keamanan cyber juga makin besar. Karena itu, di ajang pameran Homeland Security Indonesia 2018 kami sengaja menghadirkan para pelaku dan penyedia solusi cyber security yang sudah lama berpengalaman dari Korea untuk masuk ke Indonesia,” ungkap CEO PT Informasi Netta Markindo (INM), Taofik Hidayat, dalam paparan pers pada (20/9), di JCC.

Menurutnya, Taofik di era digital, sudah seharusnya perusahaan atau pelaku bisnis mulai menyadari pentingnya proteksi atau perlindungan infrastruktur IT dengan solusi keamanan cyber untuk mengamankan data-data internal atau protect insider, maupun outsider. Begitu juga masyarakat Indonesia yang kini juga banyak menjadi pengguna social media pun harus cerdas dan bijak menempatkan data-data pribadinya di dunia maya dengan memberikan perlindungan keamanan cyber.

Hal senada diungkapkan Chief Strategy Officer/Chief Information Security Officer PT Informasi Netta Markindo (INM), Thomas Liau. Menurutnya, saat ini pelaku terorisme dunia tidak hanya menyerang sasaran fisik, tetapi mulai banyak menggunakan jaringan atau serangan cyber melalui dunia maya (internet). Terkait dengan dunia bisnis, penjahat cyber di antaranya juga gencar menyasar perusahaan Financial Technology (fintech)

“Ancaman cyber crime makin meluas, tak hanya terkait dunia bisnis atau lembaga penting lainnya yang disasar. Bahkan para terorisme dalam menjalankan aksinya juga banyak menggunakan modus di jaringan cyber. Karena itu, kesadaran masyarakat termasuk di Indonesia akan pentingnya cyber security perlu terus ditingkatkan,” ungkap Thomas.

Dalam kesempatan itu, keempat penyedia solusi IT security tersebut, juga diberikan kesempatan untuk mengenalkan produk dan solusinya masing-masing. Keempat pelaku tersebut masing-masing bergerak di bidang Digital & Mobile Forensic, Cyber Physical Security Operations Centre, Open Source Intelligence untuk profiling kriminal, memantau Media Sosial dan Berita Hoax, Red Teaming dsb., dan SCADA/ICS Simulation model yang memperlihatkan bagaimana sebuah perusahaan mengamankan dan memproteksi Critical Information Infrastructure (CII) dan membangun pertahanan terhadap serangan siber di dalam lingkup Information Technology (IT) and Operational Technology (OT).